Taste: 8/10
Environment: 7/10
Service: 7/10

Kali ini Tim Kalap terdampar di salah satu ujung utara Jakarta, di kawasan elite Pantai Indah Kapuk. Disini Kalapers bisa menemukan sederetan tempat makan yang berjejer mulai dari ujung ke ujung. Nah Tim Kalap akhirnya melabuh disalah satu deretan Garden House, tepatnya berada di Dapur Buntut PIK. Mau tahu gimana Tim Kalap mencicipi hidangan ekor alias buntut dari resto ini?

Restoran yang berdiri di dalam rukan ini memiliki logo sapi yang lucu, menurut pemiliknya, ini merupakan fengshui guru spiritualnya. Begitu pula dengan namanya, bertujuan agar mendapatakan pelanggan yang banyak.
Disini Kalapers akan melihat warna merah terang yang berada di depan resto sapi ini. Disini menu sapinya pun dijamin sehat dan bersih, karena menggunakan Australian Super Premium Quality-Center Cut yang diimpor langsung oleh pemiliknya.

Konsep rumahan dibuat dalam rukan ini. Sebenarnya tempat ini ingin dibuat kantor, namun ternyata, entah mengapa berbelok haluan menjadi sebuah restaurant, benar saja kini tempat ini selalu ramai saat weekend. Konsepnya yang homey ini lebih terasa jika Kalapers mencoba masuk kedalam, karena model Kitchen House yag biasa ada di rumah diletakkan disitu. Sudah terbayang dong gimana kebersihannya dijaga ketat agar Kalapers kalau mau berkunjung pun tidak perlu risih dan ragu mencoba menu enaknya!
Menu yang sudah pasti direkomendasikan oleh pelayannya tentu menu Oxtail Soup/Grilled. Akhirnya Tim Kalap pesan dua jenis olahan buntut sapi tersebut. Bisa dilihat di atas ini adalah Oxtail Grilled size Small. Sebelum makan agak ragu juga sebenarnya, karena ukurannya yang lumayan besar dan dagingnya terlihat mendominasi dibanding tulang. Ternyata benar, itu ukuran kecilnya, wow! Terkejut juga dengan ukurannya yang small saja sudah sebesar itu, bagaimana ukuran yang large. Rasanya sendiri empuk banget, saking empuknya tanpa perlu tenaga bisa ditarik garpu dengan mudah. Bumbunya yang meresap ke dalam daging memberikan sensasi dagingnya yang spesial.
Kalau menu yang satu ini adalah Oxtail Soup size Small, dilihat ukurannya sih sama dengan dipanggang, hanya bedanya warnanya terlihat lebih putih dan disajikan dengan kuah serta sayuran. Dagingnya juga empuk saat dicungkil dengan garpu pun dengan mudah diambil. Rasanya juga lezat karena meresap kedalam daging, hanya saja daging terasa lebih gurih karena kuahnya yang enak. Bumbu dikuahnya ini memberikan sensasi rasa rempah khas Indonesia, jadi meskipun dagingnya impor, namun tetap citarasa Indonesia. Seru juga loh Kalapers rasa oxtail yang satu ini.
Nah habis kenyang makan daging, Tim Kalap pilih minuman yang segar yaitu Lemon Tea ala' Chef dan Markisa with Jelly. kedua menu ini dibuat dari sari pati buah-buahan tropikal yang segar dan nikmat. Pertama untuk Lemon Tea ala' Chef yang fotonya ada di sebelah kiri, terlihat lebih dominan lemonnya yah, ternyata benar Kalapers, rasa lemonnya yang segar memberikan efek fresh dimulut setelah menikmati daging yang gurih. Untuk Markisa With Jelly ini menjadi rekomendasi buat Kalapers karena buah markisa yang diolah ini dibuat sendiri dari buah hingga menjadi sirup, menurut pemiliknya, ditegaskan tidak perlu takut untuk menikmati sajian alami tersebut. Belum lagi jellynya yag kenyal memberikan sensasi makan yang enak, fotonya yang disebelah kanan loh Kalapers.
Belum kenyang juga ternyata Tim Kalap menikmati sajian disini, kata orang Indonesia, belum makan kalau tidak menyentuh nasi, akhirnya pilih Nasi Goreng Spesial Dapur Buntut. Sebelum dimasak diberi tahu kalau nasi goreng ini juga ada campuran wine sehingga citarasanya terasa berbeda. Nah akhirnya setelah menunggu beberapa menit sambil mengendurkan perut juga, nasi goreng datang dengan aroma yang nikmat. Nasi goreng dibuat dengan campuran bumbu yang khas. Rasanya pas sekali dan pedasnya sambal dipinggir menjadi paduan yang enak. Telurnya juga diceplok jadi menikmatinya lebih terasa dan kenyang banget!
Menutup menu utama akhirnya Tim Kalaper mencoba pilih minuman terakhir yakni Thai Ice Tea with Grass Jelly. Ini menu teh yang sepertinya dicampur susu serta taburan jelly yang mengapung di atasnya. Entah inspirasi darimana namun es teh jelly yang dituliskan dari thailand ini lumayan juga untuk dinikmati. Rasanya manis dan legit menempel dilidah, apalagi jellynya yang kenyang memberikan kenikmatan minuma yang seru.
Nah ini benar-benar terakhir, yaitu menikmati Puding Kelapa Batok, salah satu sajian dessert ini akhirnya memberikan kenyamanan terakhir Tim Kalap disini. Puding yang dingin ini benar-benar disajian dalam kelapa yang baru dipotong 1/8 bagiannya. Didalamnya ada puding kelapa yang gurih dan buah kelapanya sendiri, jadi selain bisa seru dengan kenyalnya puding, lebih seru lagi disaat kerok isi kelapanya, nikmat abis deh!
Sudah perut kenyang dan tak bisa menampung apa-apa lagi Tim Kalap pun berhenti menikmati sajiannya. Rasanya yang lezat dan bikin perut kenyang memang sudah dibuktikan dengan benar oleh Dapur Buntut PIK. Benar saja kan dengan judul di atas, daging boleh buntut tapi rasanya tetap nomor satu di Pantai Indah Kapuk. Tempat ini rekomendasi untuk Kalapers! (@freddybokay)








